Silsilah
Pemegang tahta kedelapan Biara Palyul.

Ogyen Dongag Chökyi Nyima lahir pada tahun 1854 di Ahlo Khateng, Dege. Jamyang Khyentse Wangpo bersama sejumlah master mulia lainnya mengenalinya sebagai reinkarnasi Karma Gyurmed (pemegang tahta keenam).
Ia menerima penahbisan penuh dari Gyatrul Pema Dongag Tenzin (pemegang tahta ketujuh) dan menganggapnya sebagai guru akarnya, menerima pemberdayaan dan transmisi lisan dari seluruh ajaran mendalam penyatuan Mahamudra dan Dzogchen. Dari sang master agung Jamyang Khyentse Wangpo dan banyak guru lain, ia menerima ajaran serta instruksi mendalam tentang sutra dan tantra. Ia pun menyempurnakan pembelajaran dan praktiknya, sehingga menjadi masyhur atas karya keilmuan dan pencapaiannya hingga ke penjuru yang jauh.
Setelah itu, ia memikul tanggung jawab sebagai pemegang tahta Biara Palyul yang jaya. Di bawah pengasuhannya, ajaran-ajaran pokok Ngagyur Kama dan Terma, diikuti praktik Pendahuluan, Saluran dan Angin Batin, serta rangkaian instruksi Dzogchen, terus terjaga, sehingga ajaran Buddha terus tersebar luas.
Akhirnya, dalam usia 56 tahun, pada tahun 1906, kesadaran kebijaksanaannya larut ke dalam hamparan dharmadhatu.