Silsilah
Pemegang tahta kelima Biara Palyul.

Karma Lhawang lahir di Palyul Ahchog pada pertengahan abad kedelapan belas, sebagai cucu dari sang master Rigzin Kunzang Sherab. Ia bersujud di kaki banyak makhluk mulia, termasuk Khedrub Karma Tashi, dan menempuh pendengaran serta perenungan mendalam atas banyak sutra dan tantra.
Secara khusus, ia menerima pemberdayaan, transmisi lisan, dan instruksi inti dari ajaran Nyingma yang khas: trilogi Kama (Sutra yang Menghimpun Semua Maksud, Jaring Ajaib, dan Kelas Pikiran) serta trilogi Terma (Delapan Heruka, Penghimpunan Maksud Sang Guru, dan Vajrakilaya), dan menyempurnakan penguasaannya atas semua itu. Ia mengambil tanggung jawab atas Biara Palyul Namgyal Jangchub Chöling dan menyebarkan ajaran Buddha tanpa henti, sehingga ajaran itu berkembang subur bagaikan telaga yang meluap di musim panas.
Pada masa akhir hidupnya, ia menjalani kehidupan sebagai seorang yogi, melepaskan segala kesibukan dan kepentingan duniawi. Batinnya dan fenomena yang tampak menyatu sedemikian rupa sehingga ia mampu bertransformasi ke dalam berbagai perwujudan dan membaca pikiran orang lain tanpa hambatan.
Akhirnya, wujud jasmaninya larut untuk sementara ke dalam hamparan dharmadhatu.