Silsilah
Salah satu pemimpin Biara Namdroling saat ini, reinkarnasi Gyangkhang Rinpoche ketiga.

Chogtrul Gyangkhang Rinpoche lahir pada 15 Juli 1971 dari ayahnya, Dechen, dan ibunya, Pezom, di Bylakuppe, India Selatan. Semasa kecil, ia diberi nama Yeshi Choephel.
Empat master agung, yaitu Yang Mulia Dudjom Rinpoche, Yang Mulia Dilgo Khyentse Rinpoche, Yang Mulia Gyalwa Karmapa Rigpai Dorji Rinpoche, dan Yang Mulia Drubwang Pema Norbu Rinpoche (Penor Rinpoche), secara sepakat mengenalinya sebagai reinkarnasi sejati dari Gyangkhang Rinpoche yang ketiga.
Ia diundang ke Biara Namdroling oleh Penor Rinpoche dan dinobatkan sebagai inkarnasi dengan upacara yang megah. Ia belajar membaca dan menulis langsung dari Penor Rinpoche. Di bawah bimbingan tutor Lama Sonam Tenzin, ia menguasai sepenuhnya seni ritual tradisi Palyul. Ia menerima ajaran Praktik Pendahuluan Nyingtik dari guru akarnya, Penor Rinpoche, dan turut mempraktikkan Lima Ratus Ribu Akumulasi. Kelak, ia mendaftar di Institut Ngagyur Nyingma dan berhasil menuntaskan studi Filsafat Buddhis pada sutra dan tantra.
Bersama Namchö Ngöndro, Tsalung, dan Dzogchen, Penor Rinpoche menganugerahkan kepadanya seluruh pemberdayaan, instruksi, dan transmisi Siklus Namchö yang khas. Ia juga menerima pemberdayaan, transmisi lisan, dan instruksi inti atas ajaran Kama dan Terma Ngagyur Nyingma dari Yang Mulia Dilgo Khyentse Rinpoche, Yang Mulia Dodrubchen Rinpoche, Yang Mulia Khenchen Jigmed Phuntsog Rinpoche, Nyoshul Khen Rinpoche, Yang Mulia Taklung Tsetrul Rinpoche, dan lainnya.
Rinpoche menerima ikrar samanera dan penahbisan penuh dari Penor Rinpoche, dan diberi nama Thupten Mawai Nyima Jigme Singye Chogle Nampar Gyalwai De (yang bermakna Sang Mentari yang Menyuarakan Dharma Buddha dan Singa Pemberani yang Mengalahkan Segala Musuh).
Pada tahun 1995, ia menyelesaikan program sembilan tahun di Institut Ngagyur Nyingma. Selama bertahun-tahun ia mengajar para murid di institut tersebut, dan juga menjabat sebagai Wakil Presiden lalu Presiden Institut Ngagyur Nyingma untuk waktu yang lama.
Pada tahun 1999, mengingat tingginya tingkat pengetahuannya, Penor Rinpoche menobatkannya sebagai "Tulku Khenpo" dan menganugerahkan sertifikat Doktor Filsafat Buddhis kepadanya.
Atas petunjuk penuh kasih Penor Rinpoche, Rinpoche mendirikan biara baru, Palyul Thubten Shedrub Chökhor Dargyeling, di Bodhgaya, serta membangun stupa relik Penor Rinpoche baik di biara tersebut maupun di Biara Bhiksuni Tsogyal Shedrub Dhargyaling.
Rinpoche melakukan perjalanan ke Nepal, Bhutan, dan berbagai negara lain, membawa manfaat bagi banyak makhluk hidup lewat pemberdayaan, transmisi, dan instruksi yang dianugerahkannya. Sejak Penor Rinpoche mencapai mahaparinirwana, ia telah mengemban tanggung jawab umum Biara Namdroling sebagai salah satu pemimpin utama, meneruskan warisan agung Yang Mulia dengan membawa manfaat bagi semua yang terhubung dengannya, tetap menjadi penuntun bagi Buddhadharma dan makhluk hidup.
* Sumber: Namdroling Monastery