Silsilah
Pemegang tahta ketujuh Biara Palyul.

Gyatrul Pema Dongag Tenzin lahir pada tahun 1830 di Gyalmo Tsawa Rong. Semasa kecil, ia sering menampilkan permainan-permainan menakjubkan, seperti berdiri di ujung sebilah pedang tegak. Karma Gyurmed (pemegang tahta keenam) mengenalinya sebagai emanasi dari Kunzang Sherab (pemegang tahta pertama) dan mengundangnya ke Biara Palyul.
Di kaki Khedrub Karma Gyurmed, ia menerima dan mempraktikkan Dzogchen Sangye Lakchang (Kesempurnaan Agung: Buddha dalam Genggaman Tangan), Tsa Lung (Praktik Saluran dan Angin Batin), Gyuthrul Sang Nying (Inti Rahasia Manifestasi Ilusi), dan ajaran-ajaran lainnya. Melalui semua ini, realisasi akan hakikat sejati tumbuh dalam hatinya, dan ia mencapai penguasaan penuh atas bodhicitta. Ia menerima penahbisan penuh dari Situ Pema Nyinjed Wangpo.
Setelah mengambil tanggung jawab atas Biara Palyul, banyak pemegang silsilah yang cendekia sekaligus terealisasi bermunculan, berkat ajaran Kama, Terma, dan Penglihatan Murni yang terus mengalir tanpa putus, lengkap dengan pemberdayaan, transmisi, dan instruksinya. Ia juga menghasilkan banyak karya besar, termasuk komentar atas Kama maupun Terma, serta edisi Sabda Buddha Shakyamuni yang telah diterjemahkan (Kangyur) beserta komentarnya (Tengyur).
Akhirnya, dalam usia 63 tahun, pada tahun 1892, wujud jasmaninya larut ke dalam dharmadhatu.