Silsilah
Pemegang tahta kedua Biara Palyul.

Pemegang tahta kedua, Padma Lhundrub Gyatso, lahir pada tahun 1660 di sebuah desa bernama Seng-gang. Ia ditahbiskan penuh oleh pamannya sendiri, Rigzin Kunzang Sherab, yang kelak menjadi gurunya dalam banyak ajaran mendalam.
Dari sang paman, ia menerima instruksi mendalam berikut silsilah lisan sejumlah praktik penting: Thogal Spontan (Lhendrup Thogyal, praktik Terobosan Langsung dalam Dzogchen), instruksi inti khra-khrid, Praktik Kegelapan, Praktik Hakikat Suara, Praktik Mimpi, dan Praktik Lima Tanah Suci. Melalui instruksi-instruksi ini ia dinobatkan sebagai master vajra tertinggi.
Sang Vidyadhara agung, Rigzin Kunzang Sherab, kemudian mempercayakan kepadanya ajaran Namchö (harta karun angkasa), dan dengan memerintahkan tujuh kelompok pelindung dharma untuk menjaganya, menobatkannya sebagai pewaris tahta.
Selain menjaga keberlangsungan pengajaran, perdebatan filosofis, penulisan, meditasi, dan praktik pencapaian di biara, Padma Lhundrub Gyatso juga mendirikan tiga representasi suci: sebuah patung Buddha Shakyamuni yang tiada tara sebagai representasi tubuh, susunan lengkap sabda Buddha yang telah diterjemahkan (Kangyur) sebagai representasi ucapan, dan gulungan lukisan besar Kanika sebagai representasi pikiran. Melalui seluruh karya ini, ia membawa manfaat besar bagi ajaran dan bagi makhluk hidup.
Sebagai pemegang Vinaya tertinggi, ia memiliki ribuan murid terpelajar yang ditahbiskan penuh olehnya, di antaranya Drubwang Pema Norbu. Pada tahun 1727, dalam usia 68 tahun, Padma Lhundrub Gyatso melarutkan wujud jasmaninya untuk sementara ke dalam hamparan dharmadhatu.